Jika kita mengalami cobaan berat dan kesulitan hidup, yang begitu menghimpit dan menyesakkan dada, kita cenderung berdoa dan minta kepada Allah Bapa dan Allah Putra supaya memberikan mujizat dengan menghilangkan cobaan dan kesulitan kita dengan instant.
Dan ketika mujizat itu tidak kunjung datang, kita menjadi kecewa dan putus asa dan yang lebih berbahaya adalah kita cenderung menyalahkan Tuhan.
Cara Allah bekerja tidaklah sama dengan cara manusia berpikir, tetapi satu yang pasti adalah Allah tidak akan membiarkan kita sendirian dalam menghadapi kesulitan kita. Tangannya yang penuh kuasa pasti menolong kita. Itu adalah suatu kepastian yang tidak tersangkalkan, karena Allah berjanji sendiri kepada kita dan Allah setia akan janjinya dan janjiNya adalah kekal.
Ada perumpamaan mengenai seorang Nahkoda yang sedang berlayar dengan kepalnya mengarungi lautan luas. Ketika di depan terlihat sebuah batu karang yang besar yang dapat mengkaramkan kapalnya, maka diapun berdoa kepada Tuhan. Kebanyakan dari kita akan berpikir bahwa nahkoda itu akan berdoa meminta mujizat agar batu karang itu dihilangkan dari laut yang akan dilaluinya. Tetapi dalam doanya Nahloda itu meminta agar Tuhan menambahkan air laut sebanyak mungkin sehingga melampaui tinggi batu karang itu sehingga kapalnya bisa melalui batu karang itu dengan selamat. Air laut disini adalah kasih Allah.
Jadi jika kita mengalami cobaan berat, kita tidak perlu meminta mujizat dari Allah, tetapi cukup kasih Allah dan penyertaan Allah yang berlimpah agar menguatkan kita sehingga kita bisa melalui cobaan dan kesulitan kita dengan tegar dan penuh kelegaan dan kerelaan. JIka Allah memberikan mujizatnya, maka itu adalah tambahan berkat yang besar kepada kita dan dengan demikian Kasih Allah yang berlimpah dinyatakan dalam diri kita.
Bagaimana kita mendapatkan air laut atau kasih Allah yang berlimpah agar kita bisa melalui cobaan dan kesulitan kita? Dengan mendekatkan diri dalam doa, dan membiarkan Allah bekerja dalam diri kita. Maka cobaan dan kesulitan itu dapat kita lalui dengan kelegaan karena kepada Yesus, Allah Bapa telah memberikan kuasa atas Surga dan Bumi.
Jumat, 10 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar